Hindari 5 Makanan (Camilan) ini untuk kesehatan tubuh kita

Hindari 5 Makanan (Camilan) ini untuk kesehatan tubuh kita - Efek dari berbagai tayangan iklan makanan ringan (camilan) di televisi yang sering kita lihat, setidaknya akan berpengaruh untuk mencoba membeli dan mencicipi camilan tersebut. Kita kadang lupa bahwa beberapa camilan yang di iklankan tersebut ada yang kurang bagus bagi kesehatan. Bisa jadi makanan ringan itu justru sebagai pemicu kadar kolesterol bahkan hipertensi. Apa saja camilan yang sebaiknya dihindari? Dan bagaimana cara mengganti camilan “bermasalah” tersebut? Berikut paparannya secara singkat.

1. Kentang Goreng


Camilan kentang goreng sering kita saat kita makan di gerai-gerai makanan siap saji. Camilan ini sangat menarik untuk dikonsumsi karena rasanya yang cukup nikmat dan gurih. Satu porsi besar kentang goreng sedikitnya mengandung 500—600 kalori. Sangat tidak disangka, jika jenis camilan ini cukup tinggi kandungan kalorinya. Selain berkalori tinggi, kentang goreng juga mengandung kadar sodium dan lemak jenuh yang cukup tinggi. Nah lemak jenuh ini jika dibiarkan terus menerus akan menjadi pemicu peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh.

Camilan kentang goreng ini bisa diganti dengan ubi jalar bakar. Pasalnya, ubi jalar merupakan sumber karbohidrat yang mengandung antioksidan yang sangat baik. Ubu jalar adalah alternatif yang tepat sebagai pengganti kentang. Untuk menambah cita rasa, silahkan Anda berkreasi dengan bumbu penyedap yang aman bagi kesehatan.

2. Sereal dengan Pemanis Buatan


Sereal ini yang sering kita konsumsi sebagai pengganjal saat perut kita kosong. Biasanya sering dikonsumsi saat di kantor tempat kita bekerja. Produk-produk sereal yang beredar, banyak sekali yang mengandung kadar gula cukup tinggi. Ironisnya, hanya sedikit sekali kandungan seratnya.

Jika ingin camilan yang berserat tinggi tetapi tidak mengandung kadar gula yang tinggi, Anda bisa mengonsumsi oat. Oat sangat baik untuk Anda yang ingin menjalankan program diet. Kandungan serat oat yang tinggi, bisa dimanfaatkan sebagai menu sarapan pagi. Banyak manfaat yang didapatkan dengan mengonsumsi oat. Diantaranya menurunkan risiko gangguan kardiovaskular (serangan jantung), mengurangi kolesterol jahat serta menstabilkan kadar gula darah. Saat mengonsumsi oat, agar tidak bosan bisa ditambahkan stroberi atau bluberi. Kombinasi ini akan menjadikan sarapan pagi menjadi luar biasa.

3. Minuman Bersoda


Nah, jenis minuman yang satu ini memang banyak sekali peminatnya. Tak jarang yang hamper setiap hari minum minuman ini. Umumnya, minuman ini dikonsumsi saat dingin atau ditambah dengan batu es. Banyak yang tidak sadar jika minuman bersoda sama sekali tidak bernutrisi. Bahkan faktanya, minuman bersoda bisa menyebabkan kerusakan gigi, diabetes dan obesitas. Bahkan ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa dalam takaran tertentu, mengonsumsi minuman soda bisa mempermudah gangguan kardiovaskular (serangan jantung). mengaitkan konsumsi soda dengan faktor risiko penyakit jantung. Kandungan gula dalam minuman bersoda tergolong sangat tinggi, dan menjadi pemicu penyakit diabetes.

Untuk menyiasati kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda, Anda bisa mengganti minuman tersebut dengan mengonsumsi air mineral ditambah irisan lemon. Campuran air mineral dengan irisan lemon ini umumnya disebut dengan istilah infuse water (air mineral dicampur dengan irisan berbagai macam buah-buahan). Air plus lemon ini sangat baik untuk menjaga kekebalan tubuh. Selain itu kandungan antioksidan dalam buah lemon bisa dimanfaatkan pengendali serangan kanker.

4. Es krim


Siapa yang tidak mengenal es krim. Jenis camilan ini pasti lebih banyak peminatnya dibandingkan dengan minuman bersoda. Ada hasil penelitian yang menyatakan bahwa satu scoop es krim mengandung sekitar 300 kalori serta mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Yang hobi banget mengonsumsi es krim sebaiknya diganti dengan mengonsumsi yogurt probiotik. Yogurt probiotik ini sangat baik bagi fungsi pencernaan dalam tubuh. Selain itu kalori yang dikandung yogurt probiotik sangat bagus dibandingkan dengan es krim. Untuk pertumbuhan tulang dan gigi, yogurt probiotik juga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi.

5. Permen (kembang gula)


Kalau jenis camilan ini yang hobi mengonsumsi lebih banyak ke usia anak-anak. Camilan ini dijual dengan berbagai aneka rasa dengan bermacam-macam bentuk dan rupa. Mengonsumsi permen sama sekali tidak memberikan manfaat positif bagi tubuh. Di dalam permen tidak ada kandungan serat, protein, vitamin maupun mineral. Yang terkandung hanyalah kumpulan gula yang berpengaruh negative terhadap tubuh. Yang punya kebiasaan mengonsumsi permen sebaiknya dikurangi atau kalau bisa dihentikan. Kebiasaan ini bisa berakibat obesitas dan diabetes.

Baca Juga: Ingin Awet Muda? Konsumsi Makanan ini

Jika ingin tetap melakukan kebiasaan mengonsumsi permen, bisa diakali dengan mengonsumsi buah kering. Misalnya dengan mengonsumsi buah kurma. Rasa manis yang alami pada buah kurma mengandung serat yang cukup tinggi serta memiliki mineral dan potasium yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Disqus Comments